Address
Rukan Hawaian blok A no 101, Cengkareng Jakarta Barat
Phone
081222599997
Email
hsl_hendra@yahoo.com

Rhenald Kasali : BUMN Bukan Lagi Lazy Company

Diterbitkan Sabtu, 15 Juni 2019

Bisnis.com, JAKARTA  –  Badan Usaha Milik Negara atau BUMN tidak bisa lagi dinilai sebagai lazy company.

BUMN dinilai sudah mampu memberikan kontribusi ekonomi. Ada banyak fakta BUMN mulai bergerak, tidak lagi menjadi lazy company, dan mulai berkontribusi besar pada perekonomian.

Demikian disampaikan Guru Besar Universitas Indonesia, Rhenald Kasali menanggapi tudingan bahwa BUMN tidak memberikan kontribusi dan salah kelola.

“BUMN turut berjuang untuk membuka daerah-daerah terpencil, misalnya Angkasa Pura II yang turut mengelola Bandara Silangit, kemudian Banyuwangi yang kini telah diperbesar,” ujar Rhenald dalam keterangan persnya, diterima Selasa (16/4/2019).

Rhenald menambahkan, “Pekerjaan yang kira-kira swasta tidak berani masuk dan pemerintah daerah juga ingin melepas, kini ditangani oleh BUMN.”

Saat ini, lanjut Rhenald, BUMN tengah mengembangkan bandara di Purbalingga. “Bayangkan bertahun-tahun ekonomi sudah berkembang di sana, namun masih kurang perhatian untuk pembangunan bandara di wilayah itu. Jalan tol dibangun juga karena pihak swasta tidak ada yang berminat untuk itu, maka di situ lah BUMN masuk,” jelas Rhenald.

Rhenald menjelaskan bahwa BUMN juga turun mengaktifkan langkah-langkah mengharumkan nama bangsa, terutama untuk menjalankan amanah pasal 33 konstitusi, yaitu mengambil alih dari asing.

“Freeport sudah masuk, Blok Mahakam, Blok Rokan juga sudah masuk,” ujar Rhenald yang menilai BUMN telah menjalankan peran ini dengan baik.

Terkait tudingan-tudingan terhadap holding BUMN, Rhenald berpendapat bahwa holding BUMN malah dapat membantu kelengkapan dan membuat lebih besar, dan memberikan kemampuan untuk melakukan financial laveraging

“Laveraging itu berarti menjadi lebih besar, karena kapasitasnya menjadi lebih besar,” tegas Rhenald.

Rhenald mencontohkan soal Garuda Indonesia. Dalam debat, ujar Rhenald, disebutkan bahwa sampai kapan pun Garuda Indonesia tidak akan pernah untung, karena load factor-nya harus mencapai setidaknya 120 persen.

Terkait tudingan itu, Rhenald menyebutkan bahwa kita cenderung melihat Garuda itu untungnya atau bisnisnya adalah penumpang.

“Padahal bisnis terbersar airlines itu ada di jasa cargo dan selama ini cargo yang menikmati bukan airlines, bukan juga Angkasa Pura. Siapa yang menikmati? Yang menikmati adalah pihak asing di Indonesia. Mereka punya perusahaan penerbangan yang khusus mengangkat cargo, mereka mempunyai pelabuhan yang khusus spesialis mengenai cargo,” Papar Rhenald.

Rhenald mencontohkan kasus holding seperti yang dilakukan Singapura. “Bila Singapore Airlines masuk ke seluruh negara, tidak hanya Singapore Airlines yang akan masuk, tetapi juga airport-nya. Makanya airport Singapore bisa mengelola airport lain di dunia,” ujar Rhenald.

“Dengan holding mereka  bisa menjamin, kalau saya mengelola airport di negara Anda, saya akan bawa cargo, saya akan bawa penumpang. Bisa seperti itu,” ujar Rhenald. 

“Indonesia kenapa tidak bisa? Karena kita mainnya sendiri-sendiri, airport sama airlines saling injek-injekkan. Sekarang harus sinergi, sehingga dengan begitu menjadi kuat, besar, dan kita tidak ditertawakan lagi oleh negara tetangga. Airlines kalau hanya mengandalkan passenger sampai kapan pun tidak akan bisa untung,” lanjut Rhenald.

 

 

sumber : https://ekonomi.bisnis.com/read/20190416/9/912555/rhenald-kasali-bumn-bukan-lagilazy-company

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FAQ

Apa yang harus saya lakukan jika ingin mengimpor barang dari China?

Anda cukup kontak Customer Service Kami dan kami siap membantu semua kebutuhan Anda. Mulai dari pencarian barang, pembayaran ke  supplier, pengiriman barang, pengurusan pajak dan bea cukai, hingga pengiriman ke alamat Anda. All in one service!

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk barang datang ke alamat saya?

Waktu yang dibutuhkan kurang lebih 30 hari untuk pengiriman lewat laut dan kurang lebih 12 hari untuk pengiriman lewat udara. Kami dapat menjamin hingga barang sampai di alamat Anda! 

Bagaimana bila barang yang saya beli rusak atau hilang di perjalanan?

Kami memberikan garansi 100% barang Anda selamat sampai tujuan. Jika barang Anda hilang atau rusak saat diperjalanan kami akan mengembalikan uang Anda sesuai dengan harga barang, dan biaya kirim tidak usah dibayar. *syarat dan ketentuan berlaku

Bagaimana saya yakin bahwa saya tidak ditipu, dan barang saya berada di cargo yang terpercaya?

Biaya jasa kirim hanya boleh Anda bayarkan ketika barang sudah sampai di Indonesia, Anda dapat melakukan pembayaran Cash On Delivery, jadi Anda tidak akan ditipu karena kami tidak menerima duit sepeserpun terlebih dahulu. Anda juga dapat bersilaturahmi ke kantor kami ataupun melihat gudang kami di Jakarta.